Rabu, 18 Desember 2019

TEKNIK-TEKNIK MENYIKAT GIGI






                MACAM-MACAM TEKNIK MENYIKAT GIGI


Ada beberapa macam teknik menyikat gigi :

a.       Teknik Horizontal
Menyikat gigi dengan teknik horizontal merupakan gerakan menyikat gigi ke depan ke belakang dari permukaan bukal dan lingual (Ginanjar, 2006). Letak bulu sikat tegak lurus pada permukaan labial, bukal, palatinal, lingual, dan oklusal dikenal sebagai scrub brush. Caranya mudah dilakukan dan sesuai dengan bentuk anatomi permukaan kunyah (Ginanjar, 2006). Abrasi yang disebabkan oleh penyikatan gigi dengan arah horizontal dan dengan penekanan berlebih adalah bentuk yang paling sering ditemukan .


Gambar 1. Menyikat dengan teknik horizontal


b.      Teknik vertical
Menyikat gigi dengan metode teknik vertical merupakan cara yang mudah dilakukan, sehingga orang-orang yang belum diberi pendidikan bisa menyikat gigi dengan teknik ini (Nio, B.K., 1987). Arah gerakan menyikat gigi ke atas ke bawah dalam keadaan rahang atas dan bawah tertutup. Gerakan ini untuk permukaan gigi yang menghadap ke bukal/labial, sedangkan untuk permukaan gigi yang menghadap lingual/palatal, gerakan menyikat gigi ke atas ke bawah dalam keadaan mulut terbuka. Cara ini terdapat kekurangan yaitu bila menyikat gigi tidak benar dapat menimbulkan resesi gusi sehingga akar gigi terlihat (Ginanjar, 2006).



Gambar 2. Menyikat gigi dengan teknik vertikal
                                                                     

c.       Teknik Roll
Menyikat gigi dengan teknik roll merupakan gerakan sederhana, paling dianjurkan, efisien, dan menjangkau semua bagian mulut. Bulu sikat ditempatkan pada permukaan gusi, jauh dari permukaan oklusal. Ujung bulu sikat mengarah ke apex. Gerakan perlahan-lahan melalui permukaan gigi sehingga permukaan bagian belakang kepala sikat bergerak dalam lengkungan. Waktu bulu sikat melalui mahkota gigi, kedudukannya hampir tegak terhadap permukaan email. Ulangi gerakan ini sampai ±12 kali sehingga tidak ada yang terlewat. Cara ini dapat menghasilkan pemijatan gusi dan membersihkan sisa makanan di daerah interproksimal (Ginanjar, 2006). Menyikat gigi dengan roll teknik untuk membersihkan kuman yang menempel pada gigi. Teknik roll adalah menggerakan sikat seperti berputar (Rubianto, 2006).





Gambar 3. Menyikat gigi dengan teknik roll





d.      Teknik Charter‘s
Teknik menyikat gigi ini dilakukan dengan meletakkan bulu sikat menekan pada gigi dengan arah bulu sikat menghadap permukaan kunyah/oklusal gigi. Arahkan 45º pada daerah leher gigi. Tekan pada daerah leher gigi dan sela-sela gigi kemudian getarkan minimal 10 kali pada tiap-tiap area dalam mulut. Gerak berputar dilakukan terlebih dulu untuk membersihkan daerah mahkota gigi. Metode ini baik untuk membersihkan plak di daerah sela-sela gigi, pada pasien yang memakai orthodontic cekat/kawat gigi dan pada pasien dengan gigi tiruan yang permanen (Donna Pratiwi, 2009)


e.       Teknik Bass
Teknik penyikatan ini ditujukan untuk membersihkan daerah leher gingival dan untuk ini, ujung sikat dipegang sedemikian rupa sehingga bulu sikat terletak 45º terhadap sumbu gigi geligi. Ujung bulu sikat mengarah ke leher gingival. Sikat kemudian ditekan kearah gingiva dan digerakkan dengan gerakan memutar yang kecil sehingga bulu sikat masuk ke daerah leher gingival dan juga terdorong masuk diantara gigi geligi. Teknik ini dapat menimbulkan rasa sakit bila jaringan terinflamasi dan sensitive. Bila gingival dalam keadaan sehat, teknik bass merupakan metode penyikatan yang baik, terbukti teknik ini merupakan metode yang paling efektif untuk membersihkan plak (Depkes, 1991).


f.       Teknik Stillman
Teknik ini mengaplikasikan dengan menekan bulu sikat dari arah gusi ke gigi secara berulang-ulang. Setelah sampai di permukaan kunyah, bulu sikat digerakkan memutar. Bulu sikat diletakkan pada area batas gusi dan gigi sambil membentuk sudut 45º dengan sumbu tegak gigi seperti pada metode bass (Donna Pratiwi, 2009).

g.      Teknik Fone’s / Teknik Sirkuler
Metode gerakkan sikat secara horizontal sementara gigi ditahan pada posisi menggigit atau oklusi. Gerakan dilakukan memutar dan mengenai seluruh permukaan gigi atas dan bawah (Donna Pratiwi, 2009).


h.      Teknik Fisiologis
Teknik ini digunakan sikat gigi dengan bulu-bulu sikat yang lunak. Metode ini didasarkan pada anggapan bahwa penyikatan gigi menyerupai jalannya makanan, yaitu dari mahkota kearah gusi. Letak bulu sikat tegak lurus pada permukaan gigi, sedangkan tangkai sikat gigi dipegang horizontal (Be Kie Nio., 1987).

i.        Teknik Kombinasi
Teknik ini menggabungkan teknik menyikat gigi horizontal (kiri-kanan), vertical (atas-bawah) dan sirkular (memutar), (Rini, 2007). Setelah itu dilakukan penyikatan pada lidah di seluruh permukaannya, terutama bagian atas lidah. Gerakan pada lidah tidak ditentukan, namun umumnya adalah dari pangkal belakanglidah sampai ujung lidah (Donna Pratiwi, 2009).








Selasa, 17 Desember 2019

UPAYA PROMOTIF DAN PREVENTIF DI PUSKESMAS TERKAIT PEMBANGUNAN KESEHATAN




       Puskesmas adalah organisasi kesehatan fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat dan memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok (Depkes RI, 1991). Dengan kata lain puskesmas mempunyai wewenang dan tanggungjawab atas pemeliharaan kesehatan masyarakat dalam wilayah kerjanya. Menurut Kepmenkes RI No. 128/Menkes/SK/II/2004 puskesmas merupakan Unit Pelayanan Teknis Dinas kesehatan kabupaten/kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja.

Fungsi Puskesmas:
a. Fungsi Pokok
1) Pusat pengerak pembangunan berwawasan kesehatan Pusat pemberdayaan
2) masyarakat dan keluarga dalam pembangunan kesehatan
3) Pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama

b. Peran Puskesmas
c. Cara-cara yang ditempuh

1) Merangsang masyarakat termasuk swasta untuk melaksanakan kegiatan dalam rangka menolong dirinya sendiri.
2) Memberikan petunjuk kepada masyarakat tentang bagaimana menggunakan sumber daya secara efisien dan efektif.
3) Memberikan bantuan teknis
4) Memberikan pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat
5) Kerjasama lintas sektor


  Sebagai lembaga kesehatan yang menjangkau masyarakat diwilayah terkecil dalam hal pengorganisasian masyarakat serta peran aktif masyarakat dalam penyelenggaraan kesehatan secara mandiri. Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perorangan tingkat pertama dituntut lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif tanpa mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitatif untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi -tingginya di wilayah kerjanya. Pada era JKN ini, lemahnya upaya preventif dan promotif dalam upaya kesehatan masyarakat menjadi salah satu penyebab tingginya angka kesakitan.

     Petugas promkes di Puskesmas dapat memberikan pelayanan berupa penyebaran informasi kesehatan, mencegah penyakit secara promotif preventif dalam arti mencegah sebelum mengobati, supaya masyarakat secara optimal dapat menelaah informasi kesehatan dengan baik dan tidak ada rasa tersinggung.

      Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program promotif dan preventif masih belum maksimal, hal tersebut dilihat dari pelaksanaan masih banyak yang belum mencapai target, kurangnya pengetahuan tenaga kesehatan baik menyangkut kebijakan tentang promotif dan preventif sehingga terbatas dalam hal pelaksanaan kegiatan, terjadinya penurunan keterlambatan dana, kurangnya ketersediaan sarana, prasarana, dan alat untuk kegiatan promotif dan preventif dan kendala lainnya kurangnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan baik dalam kehadiran maupun keaktifan dalam kegiatan.

    Selain itu kasus baru HIV/AIDS di Jawa Barat selama satu dekade sejak 2006 hingga 2016 melonjak berkali-kali lipat. Kasus baru HIV di Jawa Barat pada 2006 sebanyak 787 kasus menjadi 5.496 pada 2016. Sementara kasus baru AIDS dari 572 kasus pada 2006 menjadi 1.821 pada 2016.
Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan dan dua tahun pun menurun hingga mencapai 62,9 persen.  Penelitian Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan FKM UI yang dilakukan di Jawa Barat menunjukkan jumlah kasus tuberkulosis kebal obat yang diakibatkan oleh pengobatan tidak tuntas semakin meningkat sejak 2013 dari 123 kasus menjadi 315 kasus pada 2016.
Pelayanan kesehatan di puskesmas  harus fokus pada pencegahan penyakit dan promosi kesehatan masyarakat.

     Upaya pelayanan kesehatan pemerintah saat ini terjebak pada upaya penyembuhan atau kuratif dan memarginalkan upaya promotif preventif sebagai upaya kesehatan masyarakat. Oleh karena itu Kementerian Kesehatan Terawan Agus Purtanto mengusulkan untuk mengembalikan penguatan upaya kesehatan masyarakat yang berfokus pada pencegahan penyakit dan promosi kesehatan. Dan harus memperkuat Puskesmas dengan memenuhi tenaga kesehatan masyarakat seperti sanitarian, ahli gizi, farmasi, dan laboratorium medis untuk kebutuhan upaya kesehatan masyarakat.



DENTAL FLOSS DAN KEGUNAANNYA



 Apa itu Dental Floss dan Kegunaannya

               Benang gigi atau dental floss merupakan solusi untuk membersihkan sisa makanan yang masih menempel di sela-sela gigi. Membiasakan diri untuk menyikat gigi secara teratur dan menggunakan benang gigi dapat mengurangi risiko Anda mengalami beragam penyakit gigi dan mulut. Menyikat gigi dua kali dalam sehari sejatinya tidak cukup untuk menjaga gigi tetap bersih dan sehat. Mengapa demikian? Sikat gigi belum tentu mampu menggapai sudut dan celah di antara gigi, sehingga sering kali masih ada sisa makanan yang terselip di sela gigi.





Cara Menggunakan Benang Gigi 

Berikut ini adalah cara yang benar untuk menggunakan benang gigi atau dental floss:
• Ambil benang gigi sepanjang sekitar 45 cm dan lilitkan kedua ujung benang pada jari tengah tangan  kanan dan kiri Anda.
 •Pegang erat benang gigi dengan dibantu oleh ibu jari dan jari telunjuk.
 • Selipkan benang gigi secara perlahan pada salah satu sela gigi, lalu gesekkan dengan membentuk        pola huruf C.
 • Gerakkan benang naik dan turun secara lembut dan perlahan agar tidak melukai gusi.
 • Terapkan hal yang sama pada sela-sela gigi yang lain.

Kamis, 24 Oktober 2019

GAMBARAN MASALAH KESEHATAN GIGI DAN MULUT


GAMBARAN MASALAH KESEHATAN GIGI DAN MULUT


                   


Jumlah penduduk  masyarakat di Timor Leste sebanyak 1,296 juta,  Satu satu rumah sakit milik pemerintah yang menlayani kesehatan bagi masyarakat adalah Hospital Nasional GuidoValadares yang berlokasi di Kota Dili. Adapun  Jumlah Sumber Daya Manusia Hospital Nasional Guido Valadares Dili Timor Leste 640 orang yang terdiri dari : Jumlah petugas medis (dokter) 104 orang, Jumlah petugas para medis (perawat) 291 orang, dan jumlah tenaga administrasi 245 orang. Masalah kesehatan yang terjadi di Timor Leste  saat ini khususnya di daerah pedesaan  berdasarkan  hasil survey bahwa  masalah kesehatan gigi  masih tinggi yaitu  sekitar 65 %. Tingginya angka dari  masalah kesehatan gigi dan mulut tersebut, hal ini di sebabkan karna kurangnya pengetahuan masyarakat tentang kesehatan gigi dan mulut,  masyarakat juga enggan memeriksakan kesehatan gigi dan mulutnya ke dokter gigi kalau tidak mengalami sakit gigi.
 Masyarakat yang  tinggal di daerah pedesaan khususnya daerah yang  terpencil  kebanyakan orang-orang di sana masih menggunakan kulit buah pinang untuk membersihkan gigi dan mulutnya. Hal ini di sebabkan karena  kurangnya informasi dari tenaga kesehatan. Fasilitas kesehatan yang tersedia  pun masih sangat minim meskipun ada hanya terdapat di kotanya saja. Sehingga membuat masyarakat malas untuk memeriksakan gigi mereka kalau tidak benar-benar sakit gigi.
Hal ini merupakan hambatan terbesar dalam peningkatan kesehatan masyarakat setempat.  Peran dan tugas tenaga kesehatan sangat  di perlukan untuk meningkatkan derajat kesehatan serta  merubah prilaku masyarakat setempat.  Pemerintah pun mempunyai peran dan tanggung jawab yang sangat  penting  dalam  meninggkatan  kesehatan gigi dan mulut masyarakat setempat yaitu dengan menyediakan fasilitas kesehatan yang memadai, menggalokasikan sumber dana bagi tenaga kesehatan untuk menjalankan fungsi dan tugasnya dalam memelihara kesehatan gigi dan mulut masyarakat setempat berupa pemberian upaya promotif, prentif dan kuratif dan lain-lain.


Metode Pemberdayaan yang di gunakan untuk meninggkatkan derajat kesehatan masyarakat setempat yaitu dengan cara:

1.      Dengan mengadakan kegiatan atau program yang di namakan Program SISKA. SISKA merupakan gabungan dari  petugas tenaga kesehatan yaitu  1 tenaga Gizi, 1 tenaga Tht, 1 tenaga kebidanan, 1 tenaga imunisasi, 1 tenaga gigi  dan  1 dokter umum.
2.      Tenaga kesehatan yang sudah bergabung dalam Pogram  SISKA biasanya akan  melakukan kunjungan  ke masyarakat guna memeriksakan kesehatan mereka sesuai dengan penyakit yang di alami.
3.      Program ini di laksanakan dengan adanya kerjasama dari kepala desa setempat dan kader-kader kesehatan yang sudah di bentuk.


TEKNIK-TEKNIK MENYIKAT GIGI

                MACAM-MACAM TEKNIK MENYIKAT GIGI Ada beberapa macam teknik menyikat gigi : a.         Teknik Horizo...